Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

26 November 2009

Masyarakat Adat, Rentan Perubahan Iklim yang Cepat.

Pengaruh perubahan fungsi hutan degan perubahan iklim sebenarnya saling terkait. Keberadaan hutan pun juga tidak bisa dilepaskan dari masyarakat sekitarnya. Dalam hal ini adalah masyarakat adat. AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) saat ini memiliki anggota 1163 komunitas adat yang tersebar di seluruh nusantara. Mereka hidup di kawasan yang memang sensitif secara ekologi dan rentan dengan perubahan yang cepat
Berawal dari sebuah keprihatian dan langkah antisipasi inilah, digelar Workshop Implementasi Progam, Penyiapan Masyarakat Adat Nusantara Menghadapi Tantangan dan Peluang Perubahan Iklim Dan REDD. Workshop digelar pada 24-25 November 2009 di Hotel Medina kota Bogor.

Menurut panitia pelaksana Workshop, Mahir Takaka. Saat ini masyarakat adat membutuhkan peningkatan kapasitas bagaimana mereka memahami mitigasi, adaptasi perubahan iklim dan REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman agar mereka bisa merespon kejadian-kejadian akibat perubahan iklim di wilayah adat mereka
Dalam workshop ini juga melihat peluang sinergitas antara AMAN, FWI, dan JKPP, juga lembaga lain untuk bersama-sama mengambil peran upaya ini.

Sebagaimana dituturkan Abdon Nababan, Sekjen AMAN. Masyarakat adat lah yang terkena kena masalah bersar akibat perubahan iklim yang cepat. Selain itu masyarakat petani juga terkena dampak perubahan ini. Mereka yang memiliki siklus pertanian menetap, dimana biasanya mereka mengandalkan ilmu perbintangan dan perkiraan iklim. Disini mereka kesulitan untuk menentukan kapan harus mulai tanam. Kalau ini dibiarkan menurut Abdon, akan terjadi krisis pangan di komunitas itu.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]