Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

04 Oktober 2010

Cuaca Ekstrim Petani Gagal Panen

Halimun|kotahujan.com-Perubahan iklim dan cuaca buruk menyebabkan sejumlah petani cabe di Kecamatan Kabandungan mengalami gagal panen. Hujan lebat yang turun hampir setiap hari bahkan disertai angin kencang disinyalir menjadi faktor penyebabnya. Ada tiga jenis cabe yang ditanam oleh petani, yaitu cabe rawit, cabe keriting dan cabe TW atau biasa di sebut dengan cabe cili. Cabe keriting dan cabe TW yang mengalami kegagalan panen, terpaksa petani harus memanen cabe mereka di usia dini atau ketika cabe tersebut masih muda dan masih berwarna hijau.

"Musim kali ini cabe rontok atau gugur, terjadi pembusukan di batang buah karena hampir setiap hari diguyur hujan, kita bisa menahan supaya tidak terjadi rontok dengan menambah dosis obat penguat buah dan itupun hasilnya tidak maksimal, rontok buah tetap terjadi," ujar Bahim, petani dari Desa Kabandungan.

Panen cabe yang biasanya mencapai 8 sampai 12 kali dalam satu musim, saat ini hanya bisa bertahan dan dipanen 3 sampai 5 kali saja. Belum ada penelitian lebih lanjut dari dinas pertanian setempat mengenai kejadian ini, menurut perkiraan petani selain disebabkan oleh cuaca, benih yang susah di kontrol dan penggunaan pestisida yang berlebihan berdampak pada rusaknya unsur hara dan berkurangnya kesuburan tanah, sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen. Kondisi ini semakin parah karena rendahnya harga jual di tingkat petani, saat ini harga jual cabe hanya Rp. 6.000/kilo gram, perbedaan harga yang terlampau jauh dibandingkan dengan harga pada bulan Agustus yang mencapai Rp. 32.000/kilo gram.

LAPORAN :M. Kosar (Kantor Berita Halimun)



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]