Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

22 November 2011

Walikota : Pengembang Perumahan Penyebab Krisis Air Tanah

Pancasan|Kotahujan.com–Ketersediaan air tanah di Kota Bogor mulai terancam, munculnya perumahan-perumahan di Kota Bogor ini dinilai berpengaruh terhadap berkurangnya pasokan air tanah. Di Kota Bogor, wilayah penyumbang air tanah terbesar yaitu di daerah Bogor Selatan. Dengan kontur wilayah yang berdekatan dengan kaki Gunung Salak dan juga masih adanya lahan pertanian persawahan. Namun dengan banyaknya pengembang perumahan yang membandel, pasokan air tanah di wilayah Bogor selatan makin menurun.Pemerintah Kota Bogor sendiri menanggapi menurunya pasokan air tanah yang berkurang akan langsung mengambil langkah cepat. Dengan menjnadikan kawasan konversi air tanah di wilayah Bogor Selatan, namun hal itu ternyata terkendala dengan pengembang perumabah yang membandel dan menggunakan air tanah dengan berlebihan. “Sulit buat ngontrolnya di daerah selatan itu,” ujar Walikota Bogor Diani Budiarto saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan peluncuran Bogor Heritage, Minggu (20/11) lalu.

Diani membeberkan, di Kota Bogor banyak pengembang perumahan yang nakal dan tidak memperhatikan dampak lingkungan sekitar. Dirinya secara terang-terangan menyebutkan, para pengembang perumahan itu penyebab krisisnya air tanah di Kota Bogor. “Saya akui, banyak pengembang perumahan yang nakal. Khususnya di wilayah Bogor Selatan,” tegasnya.

Lebih lanjut Diani menerangkan, pihaknya akan menegur Badan Perizinan dan Pelayanan terpadu (BPPT) Kota Bogor agar lebih teliti dalam memberikan izin membangun perumahan di Kota Bogor. Sehingga pasokan air tanah bisa terselamatkan. “Perketat perijinan. Jangan biarkan pengembang nakal berkeliaran,” pungkasnya.

Laporan Kontributor : R Maeilana



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]