Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

23 Juni 2010

Di Tepi Batas Hidup Desa Semunying Kalimantan Barat

Desa Semunying Jaya yang terletak di Kab Bengkayang Kalimantan Barat.
Menurut Bapak Momonus yang merupakan Kepala Desa Semunying Jaya masyarakat mengandalkan perekonomian mereka dari mentjari ikan, berladang , menyadap karet dan mengambil rotan dari hutan. Hutan desa Semunying mempunyai arti penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan di desa. Masyarakat setempat mempunyai aturan bagaimana mereka memanfaatkan hutan dan menjadikannya sumber perekonomian.
Dominasi profesi desa Semunying Jaya adalah penoreh atau penyadap karet. Karet merupakan salah satu sumber penopang perekonomian desa selain rotan dan pertanian berladang. Industri karet merupakan budaya yang masarakat desa.
Produksi karet rata-rata masyarakat desa tersebut sebanyak 6 kg / orang/ penoreh. Untuk setiap kg mereka menjual kepada pengumpul seharga Rp 13.000 s/d Rp16.000.
Saat ini keberadaan hutan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat desa rusak dan berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan, dan bukan milik serta dikelola oleh masyarakat desa.
Ladang dan hutan karet masyarakat telah banyak yang berubah menjadi perkebunan sawit. Masyarakat desa tidak mendapatkan ganti rugi dari tanaman dan kebun mereka yang telah berubah menjadi kebun sawit oleh perusahaan.
Kondisi air konsumsi desa juga mulai diresahkan masyarakat, air layak konsumsi sudah mulai jarang ditemukan.
Masyarakat desa sulit membayangkan bagaimana kehidupan mereka dengan hidup berdampingan dengan perkebunan sawit. Sedangkan telah sejak lama dan turun temurun mengandalkan dari hutan. Mereka berkeinginan tetap bisa menjaga lingkungannya untuk kehidupan anak-anak mereka dikemudian kelak.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]