Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

01 Oktober 2010

Kemarau Basah Sebabkan Cuaca Ekstrim di Bogor

Dramaga|Kotahujan.com-Fenomena hujan dengan intensitas tinggi di Bogor ternyata berlaku sama, hampir tidak ada kemiripan di semua wilayah di Indonesia. Fenomena hujan lokal disertai petir, terasa lebih sering dari biasanya. Data Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor menyebutkan curah hujan di wilayah Bogor Agustus mencapai 559,5 liter per meter persegi. Jika masyarakat awam menganggap saat ini musim hujan, tidak demikian dengan pernyataan Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, Drs Hendri Antoro. Menurutnya fenomena yang terjadi di Bogor saat ini adalah musim kemarau yang basah.

Musim ini ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih panas meski hujan turun hampir setiap hari. Kemarau basah yang dimaksud Hendri disebabkan karena naiknya suhu permukaan laut di Indonesia. Akibatnya uap air yang ada di wilayah Indonesia potensinya cukup besar membuat hujan. Anomali suhu permukaan laut (SPL) perairan laut Jawa dan Samudra Indonesia berkisar 1-2 0C. Pola angin yang melintas wilayah Jawa Barat menunjukan pola angin timuran. Namun adanya belokan angin (windshear) di perairan sebelah utara dan selatan Jawa Barat, turut menyuplai terjadinya awan hujan di wilayah ini.

Selain itu topografi Bogor dengan kemiringan antara 100 meter dpl sampai 1200 meter dpl merupakan titik kondensasi yang menyebabkan hujan bersifat lokal. Tak heran jika kawasan puncak didera hujan deras, warga kota senantiasa meningkatkan kewaspadaan datangnya banjir bandang. Longsor pun juga mengancam beberapa wilayah lain seperti Megamendung, Cianten dan sekitarnya. Jika hujan turun selama tiga hari berturut-turut, maka waspadai hari keempat. Hujan lebat selama itu umumnya tanah jenuh dengan air, maka terjadilah longsor.

Selain itu kondensasi tersebut juga bisa memicu munculnya awan cumulonimbus yang berbahaya. Awan inilah yang menyebabkan terjadinya angin puting beliung. Cuaca ekstrim yang terjadi saat ini diprediksi berlangsung hingga November nanti. Namun perlu diwaspadai dampak setelahnya, yaitu pada Desember, Januari hingga Maret kemungkinan terjadi longsor.

Untuk menghadapi kondisi ini disarankan warga yang memiliki pohon rindang disekitar rumahnya untuk dipangkas (bukan ditebang) dan dibersihkan. Tujuannya agar hembusan angin tidak terlalu kencang. Hindari melintas atau berhenti dibawah baliho saat hujan angin, bagi pihak yang berkepentingan mohon memeriksa kondisi baliho tersebut agar tidak membahayakan orang. Kemudian pemerintah daerah dihimbau untuk memeriksa parit (drainase) yang ada agar tidak mampet. Tujuannya agar air hujan itu busa langsung terbuang ke sungai.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]