Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

31 Januari 2011

Berlomba-lomba Menurap Bantaran Sungai Ciliwung

Kedunghalang|Kotahujan.com-Seharusnya manusia menyesuaikan kondisi lingkungan, yang terjadi kini sebaliknya lingkungan menyesuaikan keinginan manusia. Fenomena ini terjadi di kawasan bantaran sungai, bagaimana kompetisi turap - menurap bantaran Sungai Ciliwung terjadi. Sebagaimana di Rt 02/ Rw 02 Pangkalan Dua, Kota Bogor. Menurap (membentengi bantaran sungai dengan beton) mengakibatkan laju aliran air sungai semakin cepat dan mengurangi daya serap air tanah sehingga berakibat berkurangnya resapan air tanah. Hal ini juga yang mengakibatkan menurunnya tinggi permukaan air tanah, terutama pada sumur-sumur warga saat kemarau.

Nana, ketua RT 02 kawasan setempat menuturkan bahwa pihaknya menyaksikan pengembang perumahan “Sukaresmi Grande” telah melakukan penyempitan (penambahan area) sungai kira-kira 2 – 3 meter dari bibir sungai sebelumnya. Hal ini terlihat dengan menempatkan susunan batu di bibir sungai. Akibatnya area RT 02 yang lokasi persis diseberang perumahan “Sukaresmi Grande” tersebut menjadi sasaran “tolakan” air sungai Ciliwung, hingga ketinggiannya mencapai 4 meter. Akibatnya, saat debit air sungai Ciliwung sedang tinggi, beberapa area RT 02 menjadi langganan banjir.

Pada kawasan RT 02 ini terdapat SDN 05 Kedung Halang dan beberapa rumah warga yang menjadi langganan Banjir. Semenjak perumahan “Sukaresmi Grande” mulai dibangun pada 2009, hantaman air sungai Ciliwung semakin besar dan keras. Bahkan saat banjir besar Februari 2010 lalu, luapan air sungai hingga menjebol satu buah rumah di RT O2 ini.

Akibatnya seringnya RT 02 mendapat hantaman dan luapan air, Ketua RT 02 mengusulkan adanya dana pengembangan infrastruktur yang diakses melalui dana PNPM. Dana ini dipioritaskan untuk membentengi area RT 02. Malahan kedepan ia bersama masyarakat telah merencanakan akan meninggikan bantengan setinggi 5 meter dari ketinggian bentengan yang sudah ada (4 meter). Sehingga total ketinggian bentengan dan tembok yang akan dibangun setinggi 9 meter.

Bencana sejatinya sudah didepan mata, tetapi penanganan tidak semakin menyelesaikan masalah. Malahan kondisinya cenderung menimbulkan masalah baru. Masyarakat berlomba-lomba membuat bantengan atau menurap sungai dengan maksud menghindari lonsor-nya bantaran sungai dan menahan banjir luapan sungai.

Akhirnya air sungai Ciliwung semakin waktu semakin cepat lajunya, sehingga peluang banjir di Jakarta juga akan semakin cepat. Penyempitan bantaran sungai dengan bangunan turap dan bangunan hunian dan komersial mengakibatkan hilangnya area resapan air yang seharusnya berfungsi sebagai cadangan air tanah untuk sumur warga sepanjang aliran sungai. Meskipun pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2008 tentang perlindungan sumberdaya air, tetapi peraturan tersebut tidak pernah ditegakkan oleh pemerintah lokal.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]