Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

16 Juli 2011

Industri Pendidikan Peluang atau Ancaman ?

Bogor|Kotahujan.com-Berdasarkan data Pemkot Bogor, pada 2010 tercatat sebanyak 1.574 anak sekolah berganti status menjadi anak jalanan. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat pada 2011 menjadi 1.634 anak.

“Jelas akan naik pada tahun berikutnya. Kendala terbesar kita adalah anggaran,” Jelas Bambang Gunawan, Sekretaris daerah Kota Bogor awal Juli 2011 lalu.


Tingginya angka putus sekolah tersebut, belum ditambah dengan persoalan mahalnya biaya pendidikan yang baik dan berkualitas.

Fajar Siswa SMK YZA Kota Bogor, mengaku kesulitan menempuh ujian sekolah, karena biaya pendidikan penyelenggaraan sekolahnya belum dibayar. Fajar merupakan salah satu contoh pelajar kota Bogor yang kesulitan membiayai pendidikan. Masih banyak anak-anak kota Bogor lain yang kesulitan biaya pendidikannya.

UUNESCO melalui Anwar Alsaid dari Yordania, mewakili Bidang Pendidikan Indonesia mengatakan Pendidikan bukan Komoditas yang dapat diperdagangkan. Fenomena yang tengah terjadi, baik landasan hukum dan sistem pengelolaan Pendidikan di Indonesia akan memperparah kondisi Indonesia kedepan bila komersialisasi pendidikan terus dilakukan dan terjadi.

Dalam uraiannya yang disampaikan di Hotel Salak Bogor Jumat (15/7) lalu itu Anwar mengatakan, bahwa telah terjadi orientasi pemikiran yang salah yang berkembang dimasyarakat. Menurutnya penentuan tarif pendidikan bukan ditentukan oleh Komite Sekolah, tetapi harusnya oleh Negara.
Praktek ini tidak hanya terjadi pada pendidikan dasar, tetapi dikalangan perguruan tinggi juga terjadi.

Negara bahkan malah ikut memperkeruh suasana dengan pengelolaan anggaran pendidikan yang tidak efisien dan tepat sasaran. Sehingga biaya pendidikan di Indonesia akan semakin tinggi dan tidak menjangkau kaum ekonomi lemah atau masyarakat miskin.

Tingginya biaya pendidikan disebabkan karena semua sekolah terpicu berkompetisi menjadi unggulan penyelenggaraan pendidikan. Pemahaman yang berkembang pendidikan berkualitas adalah mahal, dan kelompok masyarakat mampu saja yang dapat mengakses pendidikan. Padahal UUD 45 menyebutkan penddidkan adalah hak warga Negara.

"Melalui pengembangan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) pemerintah turut mendukung terjadinya praktek-praktek komersialisasi dunia pendidikan, " papar Romy Cahyadi direktur Provisi Education.

Menurutnya fenomena dunia pendidikan yang di komersialkan baik oleh Negara dan pihak swasta tersebut merupakan praktek yang sangat merugikan bangsa, meskipun saat ini pemerintah tengah meninjau ulang kebijakan RSBI tersebut.

Menurut Romy, pendidikan adalah proses kultural, sedangkan saat ini terjadi perubahan paradigm, yaitu sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mahal. Sehingga saat ini hanya sekolah yang baik dan mahal yang dapat menghasilkan pendidikan dan kualitas manusia yang baik. Kondisi ini semakin membuat jurang pemisah yang jauh, dengan kualitas manusia Indonesia mendatang, hanya kualitas masyarakat yang mampu menjangkau akses pendidikan saja yang baik.

Saefudin yang merupakan kepala sekolah SMK Global Nusantara, mengatakan dengan pengelolaan yang tidak mengkomersialkan dunia pendidikan, diharapkan sekolah mampu mencari sumber-sumber pembiayaan lain untuk oprasional sekolah.

Sekolahnya kesulitan mengelola dukungan pemerintah saat ini. Menurutnya dana dukungan pemerintah melalui BOS/ Bantuan Oprasional Sekolah kurang dapat mendukung pelaksanaan pendidikan di Global Nusantara. Dana BOS selalu terlambat, untuk operasional bulan Januari, baru diberikan pada bulan Juli.

Problematika dunia pendidikan Indonesia terutama di Kota Bogor, perlu melakukan perubahan, sebelum dunia Pendidikan menjadi salah satu pilar yang dapat meruntuhkan bangsa Indonesia

Menurut Romy, pendidikan adalah proses kultural, sedangkan saat ini terjadi perubahan paradigma, yaitu sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mahal. Sehingga saat ini hanya sekolah yang baik dan mahal yang dapat menghasilkan pendidikan dan kualitas manusia yang baik. Kondisi ini semakin membuat jurang pemisah yang jauh dengan kualitas manusia Indonesia mendatang. Hanya kualitas masyarakat mampu saja yang bisa menjangkau akses pendidikan yang baik.

Saefudin, kepala sekolah SMK Global Nusantara, mengatakan. Dengan pengelolaan yang tidak mengkomersialkan dunia pendidikan, diharapkan sekolah mampu mencari sumber-sumber pembiayaan lain untuk oprasional sekolah.

Sekolahnya kesulitan mengelola dukungan pemerintah saat ini. Menurutnya dana dukungan pemerintah melalui BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) kurang dapat mendukung pelaksanaan pendidikan di Global Nusantara. Dana BOS selalu terlambat, untuk operasional bulan Januari, baru diberikan pada bulan Juli.

Problematika dunia pendidikan Indonesia terutama di Kota Bogor, perlu melakukan perubahan, sebelum dunia Pendidikan menjadi salah satu pilar yang malah meruntuhkan bangsa Indonesia.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]