Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

02 November 2011

Menuju Rakyat Swasembada Garam

Bogor|Kotahujan.com-Produksi garam nasional tahun ini diperkirakan mencapai 1,4 juta ton atau sekitar 48 persen dari total kebutuhan garam nasional sebesar 2,9 juta ton. Dengan dalih pemenuhan kebutuhan dalam negeri, pemerintah telah melakukan impor garam sebanyak 1,7 juta ton dengan surplus sebesar 200 ribu ton. Kondisi ini disesalkan banyak pihak karena berdampak lemahnya posisi petani garam di Indonesia. Impor oleh kelompok usaha (perusahaan) itu pun kemudian direspon Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tak tangung-tanggung dua kebijakan digulirkan untuk menaikan posisi tawar industri garam dalam negeri, menuju swasembada garam. Untuk persoalan impornya sendiri sudah ada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mengatur, yaitu Nomor 44 tahun 2007 tentang Ketentuan Impor Garam.
Langkahnya adalah, pertama swasembada garam konsumsi dengan meningkatkan produksi garam bahan baku konsumsi dan kualitas garam konsumsi beryodium. Kedua, meningkatkan produksi garam bahan baku industri untuk substitusi impor secara bertahap. Dalam upayanya, KKP juga melakukan penyusunan zonasi lokasi usaha garam, konsolidasi lahan, jaminan distribusi dan pemasaran, serta jaminan harga dan mutu. Pola ini dikembangkan agar usaha garam tumbuh bagus dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,

"Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengetahuan menjadi konsen KKP sekarang ini. Hal ini menjadi landasan para petambak garam untuk meningkatkan pendapatannya", ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, Selasa (1/11) kemarin pada acara Strategi Swasembada Garam di Institut Pertanian Bogor.

Menteri Cicip menuturkan, dalam mendukung swasembada garam nasional tahun 2011, KKP melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesempatan kerja dan merealisasikan target swasembada garam nasional.

"Industrialisasi garam adalah upaya KKP untuk meningkatkan nilai tambah garam", jelas Cicip.

Sebagai tahap awal, PUGAR dilaksanakan di 40 kabupaten/kota pada 10 provinsi dengan anggaran 90 M. Kegiatan ini mengintensifkan luas lahan usaha garam rakyat seluas 4.365 Ha dan meningkatkan produktifitas dari 60 ton per ha menjadi 80 ton per ha. Ditargetkan nantinya dapat memberdayakan 2.057 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) dengan jumlah anggota 14.400 orang petambak garam. Paling penting bisa meningkatkan pendapatan petambak garam rakyat sebesar 15 persen.

Sebanyak 88,42 persen bantuan telah disalurkan melalui Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Produksinya sendiri telah mencapai 72,38 persen atau sebesar 252,736 ribu ton dari target yg ditetapkan sebesar 349,2 ribu ton.

Meski diramalkan target terpenuhi, KKP juga menemui kendala-kendala. Mulai dari SDM dan kelembagaan yang mengakibatkan lemahnya posisi tawar para petambak garam rakyat. Infrastruktur dan fasilitas produksi yang digunakan masih tradisional dan baru setengah dari total lahan potensial yang digunakan untuk memproduksi garam. Permodalan yang menyebabkan para petambak garam rakyat masih belum optimal dalam mengakses sumber permodalan. Serta regulasi yang menyebabkan lemahnya keberpihakan dan proteksi pemerintah terhadap garam rakyat.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]