Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

15 November 2011

Rambu dan Peringatan Perbaikan Jalan Jalur Provinsi Masih Kurang

Kemang|Kotahujan.com–Kurangnya tanda rambu peringatan di sekitar pembangunan pelebaran jalan dikeluhkan oleh sebagian masyarakat. Terutama di jalur yang elintasi Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang. Kontur aspal yang tidak rata dikendarai menjadi penyebab terjadinya beberapa kecelakaan yang terjadi disekitar pembangunan jalan.Demikian dikatakan Kepada Desa Parakan Jaya M Sanim ketika ditemui di kantornya, Selasa (15/11). Menurutnya, pembangunan pelebaran jalan provinsi yang dilakukan sangat menggangu dan berjalan lambat. Kurangnya rambu-rambu peringatan juga sangat dikeluhkan karena beberapa dari warganya banyak yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu, lannjut M Sanim, Saluran Irigasi yang dipersempit karena pembangunan pelebaran jalan juga dikendarai sebagai terjadinya banjir jika hujan lebat turun. Akibatnya, sering terjadi kemacetan karena luapan air dari saluran irigasi. “Karena Banjir, banyak mobil dan kendaraan motor yang terguling mas di lokasi itu,” keluhnya.

M Sanim berharap, Dinas PU Pengairan dan Dinas Bina Marga bisa sinergi untuk melakukan pengerukan agar sungai tidak menjadi sempit sehingga aliran sungai bisa lancar dan melakukan penertiban kepada jembatan yang tidak memiliki izin yang menganggu aliran sungai. “Banjir ini ulah pengembang yang mempersempit jalan mas,” tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, pihak pekerja mengatakan, pihaknya telah memasang rambu-rambu dan peringatan di sekitar area perbaikan pelebaran jalan. Namun rambu-rambu itu tidak di gubris oleh pengguna jalan. Bahkan tak jarang pengendara sendiri yang menendang pembatas jalan. “Kita sudah memberikan rambu dan peringatan, tapi para pengguna jalan aja yang seenaknya jalan dan memindahkan pagar pembatas yang kita letakkan,” ujar salah seorang pekerja pembangunan jalan yang enggan disebutkan namanya.

Laporan Kontributor : R Maeilana



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]