Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

16 Juni 2010

Bogor Tak Lagi "BERIMAN" (Bersih, Indah dan Nyaman)

Berbondong masyarakat dari empat kampung yaitu Munjul, Mekarwangi, Lalamping dan kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanah Sareal Bogor, mendemo kelurahan Kayumanis. Mereka ingin bertemu dan berdialog dengan beberapa pejabat kelurahan tersebut, tetapi tidak menemukan pejabat yang bersangkutan, sama seperti senin lalu (13/6) setelah berdemo di Balaikota Bogor.

Beberapa waktu sebelumnya warga mendemo Balaikota Bogor pada pukul 10:00 WIb. Ratusan warga dengan kendaraan pick-up dan sepeda motor hingga pukul 12:00 kecewa karena gagal berdialog dengan Walikota. Kedatangan mereka ingin meminta pembantalan pembangunan TPS dikampungnya, warga yang datang membawa segel berharap akan ditandatangani walikota. Masyarakat yang rata-rata petani dikawasan empat kampung tersebut merasa terancam kelangsungan hidupnya jika Tempat Pembuangan Sampah Sementara dibangun di tempat mereka.

Gagal bertemu walikota, masyarakat mendatangi kantor kelurahan Kayumanis untuk berdemo dengan tuntutan untuk menurunkan Lurah dari jabatannya. Namun yang bersangkutan juga sedang tidak berada di kantornya.

Beberapa ibu resah saat ditemui disela-sela tuntutan dialog masyarakat dengan pejabat kelurahan Kayumanis. Seperti diungkap Tini dari Parakan Jaya yang merasa resah dengan rencana pengelolalaan TPS tersebut. Sedianya TPS akan dibangun dikawasan lahan pemukiman dan pertanian warga yang merupakan kawasan cekungan sungai. Kehidupan masyarakat di kawasan tersebut sebagian besar bertani sayuran seperti bayam, pohon jati, hingga singkong. Masyarkat cemas dan khawatir limbah tumpukan sampah akan mencemari mata air sungai ciangke dan sungai yang air nya masih mereka mamfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari. Sungai ciangke tersebut mengalir hingga perumahan mewah Billabong.

Keresahan juga dipicu oleh permainan beberapa biong tanah yang mengindikasikan adanya penggelapan dana ganti rugi masyakat akan rencana pembangunan TPS tersebut. Besaran dana proyek pembangunan TPS berkisar 32 M. Menurut Kubil salah satu koordinator lapangan aksi tersebut, masyarakat telah dibohongi oleh biong atau cukong penjual tanah-tanah mereka. Beberapa lahan warga telah dijual, tetapi masyarakat tidak merasa diajak untuk duduk bersama dalam merembukan dalam proses projek pembangunan TPS ini. Mereka dinyatakan telah bersedia menjual lahan-lahan mereka. Pihak pejabat Kelurahan Kayumanis diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat sehubungan tandatangan persetujuan pembangunan TPS tersebut yang dipalsu melalui makelar-makelar tanah untuk proyek TPS Kota Bogor tersebut.

Dengan bukti-bukti yang berada ditangan masyarakat, Dinas Tata Ruang Kota Bogor, Bapeda Bogor, Pejabat Kecamatan Tanah Sareal dan Pemerintahan Kelurahan-kelurahan yang berada dikawasan rencana lokasi TPS tersebut hingga makelar tanah yang bermain, dicurigai menjadi pelaku dibalik semua ini.

Kedepan TPA Galuga tidak diperpanjang lagi, konsekuensinya kota Bogor harus mencari tempat pembuangan sampah baru yang dianggap berbau kolusi dan manipulatif dimasyarakat dan birokrat tersebut. TPA Galuga selama ini menjadi tempat pembuangan sampah Kota Bogor, dalam pengelolaannya telah menimbulkan korban tewas beberapa waktu yang lalu. Meskipun pernah ada Perencanaan Pembangunan kota yang akan membangun TPS. Namun lokasi seluas 13 Hektar tersebut menggunakan badan sungai dan kawasan pemukiman. Hal ini tentunya menyalahi tata raung, karena tidak sesuai dengan prinsip keberimbangan.

Setelah gagal memperoleh Piala Adipura 5 Juli 2010 kemarin, Bogor dengan julukan "Bogor Kota Beriman", kepanjangan Bogor Kota "Bersih, Indah dan Nyaman" semakin pudar saja nampaknya. Kota Bogor semakin dimusuhi masyarakatnya. Hal ini bertambah pilu mengingat kejadian ini didalam proses perayaan Hari Jadi Bogor yang ke 528 yang masih dipenuhi kegiatan Perayaan dibeberapa peringatan HJB di beberapa pusat Kota.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.





" />




0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]