Menara Tport Telah Berdiri Kembali

Hujan deras yang diikuti oleh petir dan badai siklon yang melanda kota pada sore hari Jumat (27/8) lalu telah menyebabkan banyak kerusakan material, termasuk robohnya 3 menara relay di daerah Parung, rusaknya dua angkot di daerah Bubulak akibat tertimpa dahan pohon dan tumbangnya dahan-dahan pohon di sepanjang jalan baru Bogor (jalan KH Abdullah bin Nuh).
Salah satu korban dari bencana ini adalah menara relay yang dimiliki Tport Integration. Menara tersebut roboh dan bengkok menjadi tiga bagian.
"Robohnya tower ini murni diakibatkan oleh sambaran petir dan angin siklon, tower menjadi melintir (twisting). Tower ini kemudian jatuh menimpa atap Sanggar Gekko Studio dan bengkok di beberapa bagian. Kami sudah mengecek dan tidak menemukan adanya sling yang putus maupun baut yang tercerabut. Ini murni karena bencana alam" demikian Harry Wijaya manajer operasional Tport menjelaskan.
Hal ini pun sejalan dengan pernyataan pihak kontraktor dari PT Sarang Teknik Las, Bapak Dicky yang mendirikan dan memperbaiki menara tersebut.

"Semua pihak sadar bahwa ini merupakan bencana alam, klien dan aparat RT/RW telah kami koordinasikan dan semua pihak maklum adanya" demikian Harry Wijaya mengungkapkan.
Sebagai bagian dari profesionalisme kerja Tport dan menjaga hubungan dengan klien setianya, perbaikan menara telah dilangsungkan dalam waktu kurang dari 48 jam. Menara baru yang didirikan telah berdiri kembali dengan struktur sling kabel yang diperkokoh. Dalam beberapa hari ini akan dilanjutkan dengan perbaikan dan pemasangan radio penerima (receiver) di puncak menara relay sehingga internet RT/RW dapat kembali beroperasi melayani kebutuhan pelanggan.
"Profesionalisme kerja harus kami tunjukkan kepada seluruh pihak, sehingga pelanggan Tport dapat menikmati kembali layanan terbaik dari Tport " demikian Dwi Lesmana Direktur Tport menjelaskan. (RR)
Tautan halaman ini.
0 komentar:
Posting Komentar