Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

10 Agustus 2011

Harga Sebuah Kreatifitas yang Lestari

Jakarta|Kotahujan.com-Masyarakat adat Dayak memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dalam produk kerajinan, baik pola maupun cara pembuatannya. Jaringan Kerajinan Kalimantan memfasilitasi agar ciri khas tersebut dapat menjadi produk-produk yang eksklusif dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Tri Renya Altaria, anggota Kalimantan Craft mengatakan. Pihaknya ingin mengajak lebih banyak orang untuk peduli budaya dan lingkungan Kalimantan dengan membeli produk yang dihasilkan masyarakat disana. Jaringan tersebut kemudian mengeluarkan produk-produk tersebut dengan brand "Borneo Chic". Proses aktivitas kreatif masyarakat itu tersaji dalam film dokumenter 'Kalimantan Craft, Harmony of Culture and Nature'.

"Sasarannya sih tidak pilih-pilih, Indonesia, luar negeri juga, dan ternyata sekarang orang Indonesia juga mulai menyukai, nah isu yang kita sampaikan tadi melalui film itu diharapkan lebih luas, jadi tidak hanya orang Indonesia saja yang bisa menikmati dan kita targetnya memang middle-up. Ngapain juga buat yang murah kalo nanti masyarakat tidak bisa dapat apa-apa juga" ungkap Alti.

Sulitnya mendapat bahan baku dan proses pembuatan yang masih tradisional menjadikan harga jual produk tinggi. Kreatifitas dan ciri khas pun turut menjadi pertimbangan. Alti menambahkan bahwa pihaknya memberikan pengetahuan mengenai perhitungan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran sehingga para pengrajin mendapatkan keuntungan yang layak dari apa yang dikerjakan.

Namun Alti mencari jalan keluar agar produk-produk tersebut tetap dapat dijangkau juga oleh masyarakat dengan harga yang relatif murah. Ia berencana memasarkan produk second brand dari hasil kerajinan masyarakat Dayak.

"Kita kan sistemnya seperti reward and punishment, yg kurang baik harganya kurang, yang baik atau premium itu untuk first brand, nanti yang kurang baik untuk second brand" tutur Alti.

Namun Alti yakin meskipun memiliki harga yang tinggi, produknya tetap mendapat respon yang baik di pasaran karena memberikan kualitas yang terbaik. Selain itu, pihaknya pun memberikan pemahaman kepada konsumen melalui sebuah film berjudul "Kalimantan's Craft: Harmony of Culture and Nature" yang dibuatnya bersama Gekko studio.

"Tahun lalu kita sudah berpikir bahwa kita harus buat film supaya orang tahu bagaimana cara pembuatan, cara pemanenannya, jadi tahu kenapa harga tas kami itu harus mahal" tambah Alti.



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]