Nongkrong

  • Paling asik tuk' nongkrong di Bogor
      rss

3 per 4

  • Lalu lintas dan sudut-sudut jalan di Kota Bogor
      rss

Teladan

  • Memberi contoh dan teladan untuk lainnya
      rss

Komunitas

  • Semarak warga dalam berkarya
      rss

Inisiatif

  • berani mencoba dan berbuat tuk kita semua
      rss
. . . .

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Monetize | Moderate Comments | Monetize | Stats | Sign Out
    • Info selengkapnya bisa dilihat di Stasiun Klimatologi Darmaga - Bogor Jl. Raya Darmaga Bogor Km 6,5 Kotak Pos 174 Bogor 16001 Telp.: (0251) 623018, 621192 Fax : (0251) 623018
Traffic Monitoring Bogor

Berita Terbarurss

Musik dan Senirss

Ekonomirss

Tokohrss

30 Agustus 2011

Warga Pemagarsari Tak Persoalkan Perbedaan 1 Syawal

Parung|Kotahujan.com–Meski melaksanakan hari raya Idul Fitri pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Warga Desa Pemagarsari, Kecamatan Parung. Banyak yang tidak berpuasa karena menganggap hari ini sebagai hari tasyrik. Hari tasyrik adalah waktu di mana umat Islam dilarang berpuasa. Hikmahnya adalah ketika semua orang bergembira, seseorang itu perlu turut bersama merayakannya.

Terlihat dengan adanya beberapa warga yang tidak berpuasa pada hari ini. Menurut hasil beberapa pantauan. Warga berpedoman pada pelaksanaan hari raya lebaran di Mekkah Arab Saudi, karena di Arab Saudi perayaan Idul Fitri jatuh pada jari ini (30/8).

“Kita memang merayakan hari lebaran hari Rabu mas, tapi sekarang ini kami ikut merayakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara seiman kami sesama muslim yang merayakan lebaran hari ini,” ujar Wawan 39 salah satu warga Desa Pemagarsari.

Meski tidak melaksanakan puasa pada hari ini, beberapa warga yang tidak berpuasa sangat menghargai warga yang sedang berpuasa. Dengan tidak makan minum di depan umum.

Perbedaan semacam ini memang sudah lumrah terjadi di Indonesia. Seperti diketahui, Idul Fitri kali ini pun tidak terjadi dihari yang bersamaan dengan beberapa golongan muslim lainnya. Muhammadiyah misalnya, mereka merayakan lebaran pada hari Selasa berdasarkan perhitungan tertentu. Tidak hanya Muhammadiyah, jamaah tarekat Naqsyabandiyah di Padang juga telah lebih dulu melaksanakan haru raya lebaran, yaitu pada tanggal 29 Agustus 2011 kemarin.

Hal yang berbeda disampaikan oleh warga Desa Pemagarsaru lainnya yakni Kiswanti, dirinya menghargai beberapa warga yang tidak berpuasa hari ini. Menurutnya sendiri, dirinya lebih meyakini hari lebaran jatuh pada hari Rabu sejalan dengan apa yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya tetap menghargai lah mas sama yang tidak berpuasa hari ini. Itulah indahnya perbedaan, asal tidak menjadi sauatu masalah yang diperdebatkan aja nantinya,” terangnya ketika ditemui di kediamannya.

Laporan Kontributor : R Maeilana



Publikasikan ...

Tautan halaman ini.








0 komentar:

Posting Komentar

Loading...

Kabar Pilihanrss

Komunitasrss

Agendarss

Lingkunganrss

Seputar Bogorrss

Perubahan Iklimrss

top  

V O D (Beta)

  • Berita dalam gambar dan suara
      rss

Tata Ruang

  • Tata kelola Bogor
      rss

Wisata

  • Segarkan diri dari penatnya hari
      rss

Kuliner

  • Sajian terbaik di sudut kota
      rss

Pinggiran

  • Dipinggirkan dan terpinggirkan
      rss
TopBottom
  © Kantor Berita ASTEKI / TELAPAK Jawa Barat KoTa HuJaN 2008
didukung oleh tPort Integration dan Blogger | Back to TOP  
  • Twitter
  • Twitter
tutup [x]